DEMOKRASI MONYET
Pentingnya memilih karena bisa jadi nasib kita ditentukan dari apa yang telah kita pilih sebelumya.
Apakah Indonesia tidak tambah baik…. Tambah baik. yang menjadi pertayaan selanjutnya adalah secepat apa…… karena sekarang urusannya bukan tambah baik lagi ini, tetapi siapa yang didepan, siapa yang paling cepat, mereka yang akan bisa menjawab tantangan zaman dan menjadi Leader.
Kenapa memilih menjadi urusan yang sangat penting …
Pada Massa Evolusi, Manusia dan Monyet memiliki posisi yang sama, dengan arti belum bisa ngapa-ngapain, mung iso golek pangan dengan cara kaplok-kaplokan. tetapi kenyataannya sekarang pertumbuhan manusia sangat cepat dibanding monyet, dimulai manusia sudah bisa mulai menanam, membangun temoat tinggal, hingga menciptakan sebuah teknologi untuk kemudahan hidupnya. sedangkan monyet masih tetap tidak berkembang.
alasan kenapa monyet hampir dikatakan tidak berkembang dikarenakan faktor dari gen Wanita dari si Monyet, tidak mau memilih, mana ada monyet pria mendekat, pasti gelem monyet perempuane. Monyet Wanita tidak pernah mau memilih gen terbaik diantara yang dimiliki monyet laki laki. sedangkan kemajuag manusia atau pertumbuhan manusia dimulai ketika Wanita bisa dan memilin gen terbaik diantara pria pria yang melamarnya.
Ditahun pemilu ini kita rakyat sedang menjadi mempelai wanita, lamaran siapa yang kita terima dan pilihan kepada siapa kita berikan, akan sangat mempengaruhi nasib dan pertumbuhan kedepan.
apakah kita seperti monyet yang pilihan kita berikan hanya karena monyet pria datang membawa makan ataupun serangan fajar….. cara efektif monyet pria menarik perhatian monyet wanita memang dengan cara membawa makanan, syarat monyet bisa serangan fajar ntah dengan cara membawa makanan atau model bansos “Whatever” harus memiliki ketersediaan makanan (Uang), syarat memiliki uang banyak, berati harus pandai mencari uang, tetapi monyet tetaplah monyet, rakus dan tidak bisa memilih. jadi, tidak salahkan apa yang terjadi pada sebuah komunitas negara ketika manusianya tidak bisa memilih dan rakus….
Kalau masih ada yang berfikiran “heleh, siapapun yang saya pilih nanti saya juga akan gini gini aja”. kenyataan hidup gini gini aja ya perlu disadari bahwa pemipin yang kita pilih bukan datang sebagai produser, justru peran pemimpin dibutuhkan untuk melayani orang yang memperoduksi. kalau di pabrik, orang yang nge-las itu bukan pemimpin, pasti !
Kita memilih seseorang yang bisa mengatur sumberdaya akan lari kemana… Bisa jadi kita menemukan hasil setelah 3-5 kali pilihan setelah ini, tetapi setidaknya ada progres.


